LAKIP Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Klungkung TA 2016

  • Dibaca: 187 Pengunjung

RINGKASAN EKSEKUTIF

Kebijakan otonomi daerah dan desentralisasi fiskal, yang secara nyata dan efektif diimplementasikan sejak Tahun 2001 diharapkan dapat menjadi landasan dalam penyelenggaraan kebijakan pemerintahan dan pembangunan daerah yang lebih baik. Undang-Undang Dasar 1945 secara tegas mengamanatkan bahwa hubungan keuangan, pelayanan umum, pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya lainnya antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah diatur serta dilaksanakan secara adil dan selaras berdasarkan undang-undang untuk dapat meningkatkan kualitas pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Melalui otonomi daerah dan desentralisasi fiskal, pembangunan nasional yang bersifat inklusif telah mengedepankan pembangunan berdimensi kewilayahan dengan daerah sebagai pusat pertumbuhan.

Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Klungkung yang melaksanakan fungsi dibidang pendapatan, pengelolaan keuangan dan aset telah menetapkan visi, misi, rencana strategis, tujuan, sasaran, program, indikator kinerja utama serta rencana kerja yang terukur dan selaras dengan organisasi Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Klungkung serta dilaksanakan setiap tahun.

Dalam rangka pengelolaan keuangan daerah yang efektif dan efisien dengan memperhatikan prinsip-prinsip transparansi dan akuntabil, maka Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Klungkung Tahun 2016 disusun sebagai bentuk pelaksanaan tugas dan fungsi yang dipercayakan atas penggunaan anggaran selama Tahun 2016, dengan tujuan memberikan informasi kinerja yang terukur kepada pemberi mandat atas kinerja yang telah dan seharusnya dicapai sekaligus sebagai upaya perbaikan berkesinambungan bagi Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Klungkung untuk meningkatkan kinerja.

Berdasarkan hasil penilaian sendiri (self assessment) sesuai metode kerja yang telah ditetapkan, maka dapat disampaikan hal-hal sebagai berikut :

Dari 3 (tiga) Indikator Kinerja Utama (IKU) yang didukung dengan 2 (dua) program teknis dan 15 kegiatan teknis realisasi capaian kinerja untuk Indikator Kinerja Utama (IKU) Tahun 2016 rata-rata sudah tercapai 140,39%.

Indikator Kinerja Utama 

  1. Indikator Kinerja Utama : Prosentase peningkatan pendapatan asli daerah sebesar seratus persen selama 5 (lima) tahun. Target sasaran strategis I Tahun 2016 adalah peningkatan pendapatan asli daerah sebesar 45% dari realisasi Tahun 2013. Realisasinya pendapatan asli daerah pada Tahun 2016 adalah sebesar Rp. 134.492.305.545,94 atau sudah tercapai 99,53 % dari pendapatan asli daerah pada Tahun 2013 yaitu sebesar Rp. 67.401.910.318,30. Target peningkatan Pendapatan Asli Daerah Tahun 2016 yaitu sebesar 45% dibandingkan dengan realisasi pendapatan asli daerah Tahun 2016 yaitu sebesar 99,53%, maka realisasi pendapatan asli daerah sebesar 221,17% dari Target pendapatan asli daerah Tahun 2016. Kontribusi masing-masing sumber pendapatan daerah pada Tahun 2013 maupun Tahun 2016 masih didominasi oleh dana perimbangan, kemudian disusul oleh lain-lain pendapatan yang sah, dan pendapatan asli daerah. Kecenderungan kontribusi dana perimbangan dan lain-lain pendapatan yang sah terhadap pendapatan daerah dari Tahun 2013 dan Tahun 2016 cenderung mengalami penurunan dan pendapatan asli daerah cenderung mengalami peningkatan. Apabila pendapatan asli daerah Kabupaten Klungkung Tahun 2014 dan Tahun 2015 dibandingkan dengan pendapatan asli daerah Kabupaten/Kota se-Bali, tampak pendapatan asli daerah Kabupaten Klungkung menempati posisi ke 7 (tujuh) disusul oleh Kabupaten Jembrana dan Bangli Apabila dilihat dari prosentase peningkatan pendapatan asli daerah Kabupaten/Kota se-Bali dari Tahun 2014 ke Tahun 2015 tampak bahwa peningkatan pendapatan asli daerah Kabupaten Klungkung menempati posisi ke 2 (dua) setelah Kabupaten Buleleng yaitu mengalami peningkatan 21,32%
  2. Indikator Kinerja Utama prosentase peningkatan kemampuan pengelolaan keuangan daerah, dari target yang ditetapkan Tahun 2016 sebesar 60% sudah dapat direalisasikan sebesar 60% dengan capaian kinerja 100%. Apabila target dan realisasi Indikator Kinerja Utama dibandingkan selama 3 (tiga) tahun yaitu dari Tahun 2014 sampai dengan Tahun 2016 tampak bahwa setiap tahunnya rencana tersebut sudah dapat direalisasikan sebesar 100%.
  3. Indikator Kinerja Utama prosentase peningkatan pemahaman pengelolaan barang milik daerah. Dari target yang ditetapkan Tahun 2016 sebesar 60% sudah dapat direalisasikan sebesar 60% dengan capaian kinerja 100%. Apabila target dan realisasi Indikator Kinerja Utama dibandingkan selama 3 (tiga) tahun yaitu dari Tahun 2014 sampai dengan Tahun 2016 tampak bahwa setiap tahunnya rencana tersebut sudah dapat direalisasikan sebesar 100%.
  4. Pada Tahun 2016 dari 29 Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Klungkung, terdapat 2 atau 6,90% kegiatan yang tidak efisien yaitu : Kegiatan Penyusunan dan Pengumpulan Data Subyek dan Obyek PBB dengan TE sebesar -0,02 dan Kegiatan Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pajak Daerah dan Pendapatan Lainnya dengan TE sebesar – 0,15.
  5. Efekitivitas ditentukan dari pencapaian indikator outcome. Efektivitas kegiatan tidak dapat diukur seketika setelah kegiatan tersebut selesai dilaksanakan, namun baru dapat diukur beberapa tahun setelahnya. Salah satu cara untuk mengukur efektivitas kegiatan adalah dengan mengadakan survey. Pada Tahun 2016 Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Klungkung tidak melakukan survey. Berdasarkan capaian Indikator Kinerja Utama Tahun 2016 tampak bahwa semuanya sudah tercapai bahkan melebihi dari rencana yang ditetapkan. Kondisi ini salah satunya juga disebabkan oleh efektifitas kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan untuk mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama Tahun 2016.
  6. Belanja Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Klungkung pada Tahun 2016 sebesar Rp. 17.273.108.935,00 dengan rincian belanja tidak langsung berupa belanja pegawai sebesar Rp.9.194.700.116 dan Belanja langsung sebesar Rp. 8.078.408.819,-. Realisasi belanja tidak langsung sebesar Rp.8.150.952695,00 atau 88,65% dari anggaran yang ditetapkan. 

Realisasi belanja langsung sebesar Rp. 6.929.114.396,00 atau 85,77% dari anggaran yang ditetapkan. Untuk tujuan identifikasi peluang perbaikan kinerja pada tahun-tahun mendatang, baik capaian kinerja yang memenuhi target maupun yang tidak memenuhi target, dianalisis dan digunakan sebagai dasar untuk perbaikan kinerja pada tahun-tahun mendatang. Pencapaian kinerja ini tidak terlepas dari dukungan seluruh pegawai Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Klungkung teknis maupun bagian tata usaha serta adanya dukungan yang baik dari Satuan Kerja Perangkat Daerah dan pemerintah daerah. 

Akhir kata, dengan laporan ini diharapkan pencapaian kinerja Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Klungkung pada masa mendatang dapat lebih ditingkatkan, baik melalui perbaikan pelaksanaan tugas maupun melalui penyempurnaan perencanaan kinerja. 

Download

  • Dibaca: 187 Pengunjung